Microtransaction dalam Game

Apa sih Microtransactions itu?

Microtransaction (terkadang disingkat MTX) adalah model bisnis di mana pengguna dapat membeli konten virtual dalam game (Seperti : Skin, Downloadable Content, Lootbox) menggunakan mata uang asli yang kita pakai. Microtransaction sering digunakan dalam Free to Play Games (Contoh : Mobile Legends, World of Tanks, Warframe, Candy Crush Saga) sebagai sumber pendapatan bagi para developer game tersebut. Mayoritas praktik bisnis microtransaction berasal dari mobile games, namun akhir-akhir ini juga tersedia juga di game dari platform komputer serta game konsol. Keberadaan microtransaction terkadang merupakan alasan seseorang membenci suatu game karena terkesan “Pay to Win”, yaitu keadaan dimana orang yang sering “belanja” memiliki keunggulan dibandingkan orang yang memainkannya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, atau microtransaction yang terksesan “Intrusive” yaitu menghadang progress dari pemain jika tidak membeli sesuatu dari in-game storenya. Namun tidak semua game memiliki bisnis microtransaction yang buruk, yuk kita simak beberapa contoh game yang menerapkan bisnis microtransaction dengan baik dan buruk.


Microtransaction yang Baik

Microtransaction yang baik adalah microtransaction yang dibuat benar-benar terlihat optional, atau hanya harus dibeli jika pemain tertarik untuk membelinya. Keberadaan microtransaction ini tak akan mempengaruhi gameplay sama sekali dan kamu selalu bisa mainkan game tersebut tanpa harus mengeluarkan sepeser pun.

Sebagai contoh, game dengan judul “Warframe” yang dikembangkan oleh Digital Extremes, sebuah game free to play yang dirilis untuk PC, PS4 dan Xbox One. Dalam game itu pemain berperan sebagai ras yang bernama Tenno dan bertujuan menyelamatkan tata surya kita. Ras Tenno bertarung menggunakan baju zirah yang dinamakan Warframe, dan terdapat 34 buah Warframe yang pemain dapat miliki. Warframe tersebut dapat didapatkan dengan membelinya menggunakan uang asli atau pemain dapat mendapatkannya dengan menyelesaikan aktivitas-aktivitas yang disediakan oleh game.

Hal yang membedakan bisnis microtransaction game ini dengan yang lainnya adalah dekatnya developer dengan komunitasnya. Menurut Interview yang dilakukan oleh channel youtube “noclip” terhadap Sheldon Carter, sebagai Studio General Manager dari Digital Extremes, ia bertanggung jawab menangani masalah microtransaction dan menyeimbangkan game (memastikan tidak ada item yang terlalu sulit didapatkan, terlalu kuat jika dipakai dan sebagainya), ia pernah menghapus salah satu model microtransaction mereka karena ia mengetahui ada 1 orang yang menghamburkan uangnya untuk mendapatkan 1 item tertentu, ia sangat menyesal dan menyuruh timnya untuk menghapus microtransaction tersebut dalam waktu 2 hari.

Jika dilihat secara murni dari segi bisnis, sebenarnya Digital Extremes akan mendapatkan profit lebih besar jika mereka tidak menghapus bisnis tersebut, namun mereka peduli dengan fanbase dan komunitas mereka, Digital Extremes mengerti jika game memaksa seseorang untuk selalu mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu, maka waktu hidup game mereka akan sangat pendek. Yang perlu kalian ketahui adalah game ini dirilis pada tahun 2013 dan masih populer hingga saat ini, dan Digital Extremes sekarang berada di posisi finansial terkuat mereka walaupun game mereka memiliki model free to play.


Microtransaction yang buruk

Berbicara tentang perusahaan game yang sangat mementingkan profit dan tidak terlalu peduli dengan fanbase dan komunitasnya, kita punya game “Star Wars Battlefront 2 (2017)” yang di publish oleh EA games, bisnis microtransaction dalam game ini adalah hal yang paling kontroversial dalam dunia game dalam 4 bulan terakhir ini.

Game ini terdapat mode Single Player dan Multiplayer, mode single player dapat diselesaikan tanpa terganggu oleh microtransaction, permasalahan utamanya adalah pada bagian Multiplayer. Dalam mode multiplayer, pemain akan disaingkan dengan pemain lainnya dalam sebuah arena, progress yang umum dialami oleh pemain dalam game Multiplayer adalah semakin sering anda bermain maka anda akan mendapatkan “in-game currency” yaitu mata uang di dalam game yang dapat digunakan untuk membeli langsung item yang anda inginkan, tidak dalam game ini. Pada waktu awal rilis game ini membatasi pendapatan in-game currency dari pemainnya, sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan jika anda bermain dengan sangat baik dan buruk, reward satu pertandingan yang kalian dapatkan tidak akan berbeda jauh, dan lebih buruknya lagi untuk memakai karakter ikonik Star Wars seperti Darth Vader atau Luke Skywalker, pemain perlu menghabiskan total waktu rata-rata 30-40 jam memainkan pertandingan untuk dapat membeli satu karakter tersebut, atau kalian dapat membeli lootbox yang akan memberi kalian reward yang tidak pasti, lootbox dapat dibeli menggunakan premium currency (mata uang game yang didapatkan dengan membeli menggunakan uang asli) namun karakter ikonik tidak dapat dibeli dengan premium currency.

Star Wars Battlefront 2 bukanlah game yang bersifat free to play, anda harus merogoh kantong minimal sebesar $60 untuk membeli game ini, dan di dalamnya banyak sekali bisnis yang memanipulasi anda untuk membeli lootbox yang disediakan oleh game ini. Memang tujuan publisher video game menjual gamenya adalah berbisnis dan tujuan dari bisnis adalah mencari keuntungan, namun mimin yakin ada cara yang lebih baik untuk mencari keuntunga dalam berbisnis dalam bidang game dibandingkan cara tersebut, coba kita lihat game “The Witcher 3: Wild Hunt”, game tersebut adalah game bergenre RPG (Role Playing Game) yang single player dan tidak memiliki microtransaction yang mengganggu, game tersebut merupakan game terlaris dalam serialnya dan mendapatkan banyak penghargaan.

Karena keserakahan EA dalam mencari keuntungan, beberapa negara bagian Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa melakukan investigasi terhadap game ini karena dianggap memiliki unsur perjudian, hal ini juga menyebabkan EA dikecam oleh Disney sebagai pemilik properti Star Wars untuk membatalkan kontraknya dengan EA yang secara eksklusif dapat membuat game Star Wars untuk 10 tahun kedepan.


Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Menanggapi Hal Seperti Ini?

Saran yang dapat penulis berikan, yaitu mengontrol pengeluaran yang keluar akibat microtransaction, ketahui mana microtransaction yang manipulatif dan mana yang tidak. Vote with your wallet, jika kalian semua tidak membeli barang dari microtransaction yang manipulatif dan secara aktif menolak keberadaanya melalui feedback ke developer ataupun publisher, ada kemungkinana publisher game akan memahami bahwa kita tidak menginginkan microtransaction yang mereka tawarkan, sehingga harapannya pada seri game selanjutnya mereka tidak akan menaruh microtransaction tersebut dalam gamenya atau memperbaiki sistem microtransaction yang ada dalam game tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *