Earprint, akankah menggantikan fingerprint?

 

[WEEKEND REFRESH #5]

Perkembangan teknologi yang terus berproses seiring dengan waktu seolah menjadi “fragmen” dalam kehidupan kita. Manusia berlomba untuk menciptakan inovasi baru yang kiranya dapat bermanfaat untuk kehidupan yang sekarang dan masa depan yang akan datang. Sebut saja teknologi “fingerprint”. Teknologi yang digunakan sebagai alat untuk menjaga keamanan perangkat ini dianggap sebagai salah satu dari sekian temuan maju di era digital ini. Menggantikan PIN dan password yang dianggap terlalu kuno dan mudah diretas, fingerprint dinilai lebih aman dan praktis. Hal inilah yang mendorong banyaknya produsen smartphone untuk mengeluarkan produk yang dilengkapi dengan fitur fingerprint ini.

Namun, teknologi tidak berhenti sampai disitu. Jepang saat ini sedang mengembangkan teknologi pemindai baru dengan menggunakan telinga sebagai objek yang dipindai. “earprint” yang kedepannya akan mengganti fingerprint ini dianggap jauh lebih aman. Sebuah riset dari New York University dan Michigan State University menemukan celah pada fingerprint scanner. Kebiasaan pengguna menyimpan lebih dari satu sidik jari menjadi alasan utama pola fingerprint dapat dibobol.

Lalu bagaimana dengan earprint ? . Dari penelitian University of Southamptons School of Electronics and Computer Science, Alastair Cummings, Mark Nixon dan John Carter mengemukakan bahwa telinga merupakan bagian tubuh yang mengalami perubahan relatif kecil dalam rentang waktu. Dengan begitu, telinga bisa saja dijadikan sebagai alat autentikasi mengingat rongga telinga setiap orang unik dan berbeda seperti halnya dengan sidik jari.

Jepang adalah salah satu negara yang meluncurkan teknologi earprint ini. Dikembangkan oleh Descartes Biometrics, teknologi ini terbilang mudah digunakan. Pengguna cukup menempatkan perangkat ke samping telinga sambil menekan bagian tengah layar, dengan begitu sinyal suara kemudia akan dikirim ke telinga dengan masing-masing spesifikasi. Dibutuhkan waktu sekitar satu detik untuk menyimpan hingga sepuluh pemindaian.

Inovasi earprint ini jelas mendapat banyak pujian dari para ilmuwan karena kemampuannya yang bisa lebih melindungi privasi pengguna, terlebih jika dibandingkan dengan fingerprint. Namun, kita kembali ke konsep dari teknologi itu sendiri, seiring waktu akan terus berkembang. Kedepannya mungkin saja teknologi earprint ini akan digantikan oleh teknologi yang baru dan lebih maju lagi. Terlepas dari itu, perkembangan teknologi ini jelas membawa dampak yang baik untuk semua.

Nah gimana nih artikelnya? 😜 semoga bisa menjadi penyegar di malam sebelum UTS sobat ya, hehehe. semangat belajar dan semoga earprint bisa dirilis di indonesia secepatnya 😂😂.

sumber : https://www.hipwee.com/feature/earprint-jadi-terobosan-baru-untuk-gantikan-fingerprint-katanya-lebih-aman-dari-hacker-benarkah/

Salam,
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pertamina (HMIK)
Kabinet Kerja Cerdas
Line@ HMIK : @tra8590l
Instagram : @hmik.up
Website : http://www.hmik-up.com/
CP : Muhammad Dzaky Normansyah (082217212700)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *