CRACK UP – Maret : Mengenal Youtube dan Dunia Kerja Google

Jakarta – Crack UP 02 – 2018 adalah CRACK UP kedua yang diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Maret 2018 dengan pembicara Bapak Geri Azriel Siddik, Country Manager, Strategic Partnerships. Youtube Indonesia. Secara garis besar, CRACK UP kedua ini membicarakan tentang perkembangan youtube di Indonesia dan juga cerita kesuksesan dari Bapak Geri Azriel Siddik serta tips agar dapat meraih cita-citanya bekerja di Youtube.

Youtube Indonesia
Sebelum seminar dimulai, pembicara memulai acara dengan mengajak para audience bermain, permainannya adalah menjawab kuis seputar Youtube Indonesia. Dari permainan tersebut lalu pembicara memulai seminarnya, didapatkan fakta-fakta menarik sebagai berikut :

1. Youtube Indonesia baru berdiri selama 1 tahun walaupun Youtube (Perusahaan utama) sudah berdiri sejak 10 tahun lalu.

2. Pada tahun ini, hampir 90 juta orang mengakses youtube setiap bulannya, ini adalah suatu peningkatan yang sangat besar karena pada tahun lalu sekitar 60 juta orang mengakses youtube per bulannya. Kota di Indonesia dengan pengakses youtube terbanyak adalah Jakarta dengan jumlah 33,7% dari total viewers per bulan.

3. Peningkatan ini disebabkan karena penetrasi dari mobile device dan meningkatnya pelayanan internet di masa kini, diperkirakan sekitar 70% dari seluruh pengakses youtube berasal dari mobile devices, dan rata-rata watch time Youtube masyarakat Indonesia adalah 50-60 menit setiap sesi.

4. Sekitar 71% dari seluruh pengakses youtube berumur dibawah 35 tahun.

5. Pada awal tahun 2017, channel youtube dari Indonesia yang memiliki subscriber diatas 1 juta hanya ada 3 channel, sekarang sudah ada 36 channel youtube dari Indonesia yang memiliki subscriber diatas 1 juta.

Dapat kita lihat sekarang bahwa Youtube di Indonesia berkembang sangat pesat dalam 1 tahun terakhir ini dan perkembangan pesat ini disebabkan oleh mulai banyaknya pengguna mobile device serta kemudahan untuk mengakses internet. Karena banyaknya orang yang mengakses Youtube setiap hari dan tingginya watch time youtube masyarakat Indonesia, youtube sempat digadangkan sebgai pengganti televisi. Bicara tentang televisi, salah satu tugas dari Pak Geri adalah mengatur partnership antara Youtube Indonesia dengan mitra-mitranya, beberapa mitra Youtube Indonesia adalah stasiun televisi terkemuka di Indonesia, itulah mengapa pada 1 tahun terakhir ini mulai bermunculan channel-channel di youtube yang dimiliki oleh stasiun televisi seperti : Indonesian Idol, Netmediatama dan sebagainya.

Cerita sukses & meraih cita-cita
Bapak Geri merupakan lulusan Teknik Elektro ITB dengan minor Telecommunication Engineering tahun 2010, setelah lulus beliau mengambil summer school selama 1 bulan di Stanford Graduate School of Business dengan jurusan manajemen, Pak Geri merasa bahwa pengetahuan teknik saja tidak akan cukup untuk membantunya dalam dunia kerja. Pada tahun yang sama hingga tahun 2012 beliau bekerja di McKinsey & Company sebagai Business Analyst. Pada tahun 2013 hingga 2016 beliau bekerja di XL Axiata – Digital Services sebagai Deputy General Manager – Strategy and Business Innovation Management, beliau juga sempat mengambil summer school pada tahun 2014 di Harvard Summer School dan mendapat gelar MBA setelah 1 tahun sekolah di INSEAD pada tahun 2016, dan sekarang ia bekerja di Youtube Indonesia.Menurutnya, pengalaman kerja terbaiknya selama ini adalah bekerja di Google dan Youtube Indonesia, bagaimanakah interview yang diberikan google kepada Bapak Geri? Inilah pertanyaan-pertanyaannya :

1. Role and Related Knowledge, pertanyaannya berupa apa yang ingin kita targetkan jika mendapatkan role yang kita inginkan, biasanya akan diberikan beberapa studi kasus. Oh, dan pendaftar paling tidak harus memiliki pengalaman dalam role yang akan dia ambil di google saat pernah berada di perusahaan lain.

2. Cognitive Ability, Problem Solving and Structured Analytical Thinking, pertanyaan dapat berupa studi kasus hampir sama seperti pertanyaan sebelumnya, namun pertanyaan bisa lebih umum (tidak terlalu role related), tujuan dari sesi ini adalah mengetahui bagaimana seseorang dapat menyelesaikan suatu masalah dan bagaimana pola pikir dan kemampuan analisisnya.

3. Leadership & Teamwork, pertanyaan yang related dengan bekerja dalam tim, diutamakan memiliki banyak pengalaman organisasi yang dapat diceritakan ke pewawancara, ceritakan apa saja masalahnya dan bagaimana cara penyelesaiannya.

4. Googleyness, mungkin kalian berpikir bahwa 3 pertanyaan diatas adalah pertanyaan umum yang mungkin ditanyakan kepada pelamar kerja di macam-macam perusahaan. Namun inilah yang membedakan wawancara Google dengan wawancara perusahaan lain, pertanyaan mengenai googleyness. Apa sih googleyness itu? Bapak Geri sendiri sedikit kesulitan menjelaskannya, peserta seminar disarankan mencari istilah itu di google agar dapat menarik kesimpulannya masing-masing. Secara singkat, googleyness itu adalah work culture dari Google, pewawancara akan menanyakan apakah kita memiliki sifat tersebut dalam diri kita, seperti dapat bekerja sama denganorang yang berbeda-beda, mementingkan tujuan bersama dibandingkan tujuan individu, berpikir out of the box, memiliki ciri khas yang agak quirky pada diri sendiri, open mindedness dan lain-lain. Inilah pertanyaan yang membuat banyak sekali pelamar Google gugur, karena Google mencari orang yang spesifik, dapat beradaptasi dengan work culture mereka dengan cepat.

Mungkin kalian sekarang bertanya, bagaimana Bapak Geri dapat mencapai semua pencapaian ini dalam waktu sekitar 8 tahun? Beliau memiliki 3 tips simple yang mungkin bisa kalian coba :

1. Aim High, Artinya kita harus memiliki suatu target dan harus setinggi mungkin, jika kita memasang target setinggi mungkin maka usaha kita akan lebih besar dan walaupun tidak mencapai target utama kita, “meleset” kita tidak akan jauh dari target utama kita yang sudah tinggi tersebut.

2. Plan, jika sudah Aim High, maka kita harus menyusun rencana agar dapat mencapai tujuan tersebut, baik rencana jangka panjang maupun rencana jangka pendek.

3. Work Hard, tanpa ada aksi maka tidak akan ada reaksi, jika kita sudah melakukan kedua tips diatas maka kita harus bekerja keras agar dapat mencapainya, tetap semangat, tetap termotivasi, tetap kerja keras.

Memang terkesan simple, tapi Bapak Geri mengakui bahwa yang sulit dari semua tips ini adalah menjaga kekonsistenan usaha kita. Tips dari Bapak Geri juga menjadi akhir dari acara CRACK UP – Maret ini yang diikuti dengan pemberian cinderamata dan foto bersama peserta CRACK UP kedua.


Dokumentasi

Bapak Geri sedang Memberikan Kuliah Umum

Picture 1 of 3

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *